Sabtu, 18 Februari 2017

Dentuman

Ini bukan soal baper
Melainkan soal rasa, rasa yang tadinya tidak ada menjadi ada
Disaat dirimu down
Dirinya datang dengan membawa banyak rangkaian
Rangkaian kebahagiaan, menjadi pendengar yang baik, penyemangat, bahkan bisa membuatmu kembali tersenyum lepas
Hingga terdengar satu kalimat dari dirinya ke dirimu
Kaget? Ya..
Bagaimana bisa? Secepat itukah?
Kita baru saling mengenal..
Karena kasihan kah?
Sebab dirinya tau semua tentang dirimu
Begitu banyak pertanyaan hingga akhirnya mencoba mengutarakan 
Dan jawabannya pun menyejukkan hati bagi siapapun yang mendengar, bijak.... ya, bijak sekali.
Hari ke hari
Memutar cara agar perasaan itu tidak boleh muncul
Ada hal yang tidak memungkinkan
Berusaha agar tidak menyakiti perasaan dirinya
Namun rupanya salah, rasa ini mulai tumbuh
Dan akhirnya bersama kita jalani
Meski banyak pikiran yang melintas
Egoiskah dirimu? Hadir di saat di depan dirinya sudah terdapat "kebahagiaan"
Tidak jarang kala itu dirimu mengingatkan dirinya bahwa dirinya sudah bahagia
Yang terjadi kemudian ialah hari tetap berjalan dengan sama-sama membawa rasa
Saling berencana, membicarakan dari a-z, sampai ketidakmungkinan yang seringkali mengundang deg-deg'an
Setelahnya akan kembali ke seperti semula
Bahagia? Saling tertawa? Bercanda-canda? Kebersamaan? Semuanya tentu ada.
Hingga suatu hari semuanya pudar akibat kesalahan fatal dari dirimu ke dirinya
Tentu saja kepikiran tiap malam hingga keluar air mata bahkan sakit kepala
Meminta maaf ialah hal utama yang dilakukan 
Meyakinkan berjanji untuk tidak mengulangi
Siapa yang tidak ingin menjadi pribadi yang lebih baik?
Siapa yang tidak ingin menjadi muslimah yang sesungguhnya?
Sayangnya, semua tidak dapat kembali
Kalimat iya, gpp, tidak akan menutupi keadaan yang kurang baik
Dirinya menghindar, tidak membicarakannya
Janji untuk saling bicara kalau ada apa-apa rasanya terlewati begitu saja
Tapi ini tidak baik, harus ada yang mulai pembicaraan
Siapa sangka, di ujung pembicaraan tersebut
Kalimat itu membangunkan lamunan dan membuka mata dirimu begitu dalam
Dirinya mengakhiri senyuman yang sempat digoreskan pada dirimu
Dirinya lebih memilih pergi, tidak memberikan kesempatan apalagi membimbing dirimu untuk lebih baik
Disaat dirinya tau bahwa dirimu mulai nyaman bersamanya
Dentuman itu kembali terdengar, memulainya dari nol, tanpa ada sebuah hubungan bahkan tidak tau akan lanjut dengan baik-baik saja atau hanya saling diam
Sudah tidak ada lagi panggilan yang terkadang membuat senyum-senyum bahagia
Arrggghhhh rasanya.. belum lama air mata itu berhenti menangisi seseorang
Kini, malam ini air mata itu turun kembali dengan sendirinya
Mungkin ini jawaban dari rasa tidak tega dirimu
Dirimu tidak menutupi bahwa dirimu bahagia bersama dirinya, tapi dirimu juga tidak tega berbahagia diatas orang-orang sekitar dirinya yang seharusnya lebih layak mendapat kebahagiaan tsb


#18.02.17

0 komentar:

Posting Komentar

 

c'est la vie Template by R Dianata